Wahai Yesus sang Juru Selamat, yang duduk di atas orbit cahaya, pandanglah aku dengan kasih-Mu. Wahai Gembala yang baik, lihatlah betapa hewan-hewan ganas telah mencabik belulang domba kurus dan lemah, yang Kau panggul di kedua pundak-Mu. Sesungguhnya Rintihan orang-orang yang menderita dari sudut-sudut gelap, tak didengar oleh orang-orang yang duduk di atas singgana. Sesungguhnya ratapan orang-orang yang berduka tak terdengar oleh para khatib yang berada di atas mimbar. Ayolah Yesus..... hiduplah untuk kedua kalinya. Lemparkan para penjual agama itu dari kuil-kuil-Mu. sungguh.. mereka telah menjadikan kuil-kuil-Mu bagai lorong yang berliku dengan ular besar yang menghadang pengunjungnya, padahal ular itu adalah tipuan belaka.
TAK BERAKHIR...
KARENA AKU TELAH MENEMUKAN NILAI KETUHANAN PADA DIRI MANUSIA YANG TERJEPIT DI ANTARA DERITA DAN BENCANA.. MEMAKLUMKAN SENANDUNG KEABADIAN.. BAHWA BUMI BENAR-BENAR SEDANG MENGAMBIL HAK-NYA.. MAKA BAGIKU.. HIDUP TAKKAN BERAKHIR... KARENA AKU TELAH MENEMUKAN NILAI KETUHANAN PADA DIRI MANUSIA YANG KOKOH BAGAI RAKSASA DI ANTARA KEHANCURAN DARATAN DAN PUING-PUING.. MEMAKLUMKAN SENANDUNG KEABADIAN.. BAHWA BUMI BENAR-BENAR SEDANG MENGAMBIL HAK-NYA.. MAKA BAGIKU.. HIDUP TAKKAN BERAKHIR... KARENA AKU TELAH MENEMUKAN NILAI KETUHANAN PADA DIRI MANUSIA YANG KOKOH BAGAI PILAR PILAR BUDAYA JOGJA... MEMAKLUMKAN SENANDUNG KEABADIAN.. BAHWA BUMI BENAR-BENAR SEDANG MENGAMBIL HAK-NYA.. MAKA BAGIKU.. HIDUP TAKKAN BERAKHIR...
Komentar
Posting Komentar